Blog Seputar Kajian Islam, Al - Quran , Asmaul Husna, Juz Ke 30, Ayat Kursi, Doa-Doa, Bacaan Surat, Bacaan Doa

Bacaan Surat Al Waqiah dan Terjemahannya

SURAT AL WAQI'AH (HARI KIAMAT)

SURAT KE 56 : 96 ayat

Bacaan Surat Al Waqiah - Surat Al Waaqi'ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa. Dinamai dengan Al Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pokok-pokok isinya :

1. Keimanan:

Huru-hara di waktu terjadinya hari kiamat; manusia di waktu hisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang ber- segera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan; bantahan Allah terhadap keingkaran orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab; Al Quran berasal dari Lauhul Mahfuuzh.

2. Dan lain-lain:

Gambaran tentang syurga dan neraka.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾
(1) Apabila terjadi hari kiamat,
 
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾
(2) terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
 
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾
(3) (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
 
إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾
(4) apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾
(5) dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنبَثًّا ﴿٦﴾
(6) maka jadilah dia debu yang beterbangan,

وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ﴿٧﴾
(7) dan kamu menjadi tiga golongan.

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿٨﴾
(8) Yaitu golongan kanan . Alangkah mulianya golongan kanan itu.

وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿٩﴾
(9) Dan golongan kiri . Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿١٠﴾
(10) Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
 
أُولَـٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿١١﴾
(11) Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
 
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿١٢﴾
(12) Berada dalam surga keni'matan.
 
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾
(13) Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
 
وَقَلِيلٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿١٤﴾
(14) dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian .
 
عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ ﴿١٥﴾
(15) Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
 
مُّتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ﴿١٦﴾
(16) seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
 
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ ﴿١٧﴾
(17) Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
 
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ ﴿١٨﴾
(18) dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
 
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ ﴿١٩﴾
(19) mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
 
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿٢٠﴾
(20) dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
 
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ ﴿٢١﴾
(21) dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
 
وَحُورٌ عِينٌ ﴿٢٢﴾
(22) Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
 
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ﴿٢٣﴾
(23) laksana mutiara yang tersimpan baik.
 
جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٢٤﴾
(24) Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
 
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا ﴿٢٥﴾
(25) Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
 
إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا ﴿٢٦﴾
(26) akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
 
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ﴿٢٧﴾
(27) Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
 
فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ ﴿٢٨﴾
(28) Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
 
وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ ﴿٢٩﴾
(29) dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
 
وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ ﴿٣٠﴾
(30) dan naungan yang terbentang luas,
 
وَمَاءٍ مَّسْكُوبٍ ﴿٣١﴾
(31) dan air yang tercurah,
 
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ﴿٣٢﴾
(32) dan buah-buahan yang banyak,
 
لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ ﴿٣٣﴾
(33) yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
 
وَفُرُشٍ مَّرْفُوعَةٍ ﴿٣٤﴾
(34) dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
 
إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاءً ﴿٣٥﴾
(35) Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung .
 
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ﴿٣٦﴾
(36) dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
 
عُرُبًا أَتْرَابًا ﴿٣٧﴾
(37) penuh cinta lagi sebaya umurnya,
 
لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٣٨﴾
(38) (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
 
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿٣٩﴾
(39) (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
 
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿٤٠﴾
(40) dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
 
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾
(41) Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.
 
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾
(42) Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,
 
وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ ﴿٤٣﴾
(43) dan dalam naungan asap yang hitam.
 
لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ﴿٤٤﴾
(44) Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
 
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَ‌ٰلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿٤٥﴾
(45) Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
 
وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنثِ الْعَظِيمِ ﴿٤٦﴾
(46) Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
 
وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٤٧﴾
(47) Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?,
 
أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ﴿٤٨﴾
(48) apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
 
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ ﴿٤٩﴾
(49) Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
 
لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ ﴿٥٠﴾
(50) benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
 
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ﴿٥١﴾
(51) Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,
 
لَآكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ ﴿٥٢﴾
(52) benar-benar akan memakan pohon Zaqqum,
 
فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿٥٣﴾
(53) dan akan memenuhi perutmu dengannya.
 
فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ﴿٥٤﴾
(54) Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
 
فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ﴿٥٥﴾
(55) Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
 
هَـٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ﴿٥٦﴾
(56) Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
 
نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ﴿٥٧﴾
(57) Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan ( hari berbangkit)?
 
أَفَرَأَيْتُم مَّا تُمْنُونَ ﴿٥٨﴾
(58) Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
 
أَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ﴿٥٩﴾
(59) Kamukah yang menciptakannya, atau Kami kah yang menciptakannya?
 
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ﴿٦٠﴾
(60) Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan,
 
عَلَىٰ أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٦١﴾
(61) untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
 
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ ﴿٦٢﴾
(62) Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
 
أَفَرَأَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ ﴿٦٣﴾
(63) Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
 
أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ﴿٦٤﴾
(64) Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?
 
لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ﴿٦٥﴾
(65) Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.
 
إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ﴿٦٦﴾
(66) (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,
 
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٦٧﴾
(67) bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa."
 
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿٦٨﴾
(68) Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
 
أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ ﴿٦٩﴾
(69) Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
 
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ﴿٧٠﴾
(70) Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
 
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ﴿٧١﴾
(71) Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).
 
أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنشِئُونَ ﴿٧٢﴾
(72) Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kami-kah yang menjadikannya?
 
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ ﴿٧٣﴾
(73) Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
 
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٧٤﴾
(74) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.
 
۞ فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾
(75) Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
 
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾
(76) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
 
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾
(77) sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
 
فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾
(78) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),
 
لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾
(79) tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
 
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾
(80) Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
 
أَفَبِهَـٰذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿٨١﴾
(81) Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,
 
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿٨٢﴾
(82) kamu (mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
 
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾
(83) Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
 
وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾
(84) padahal kamu ketika itu melihat,
 
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾
(85) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
 
فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿٨٦﴾
(86) maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
 
تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٨٧﴾
(87) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,
 
فَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٨٨﴾
(88) adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
 
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ﴿٨٩﴾
(89) maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni'matan.
 
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩٠﴾
(90) Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
 
فَسَلَامٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩١﴾
(91) maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.
 
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ﴿٩٢﴾
(92) Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
 
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيمٍ ﴿٩٣﴾
(93) maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
 
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ﴿٩٤﴾
(94) dan dibakar di dalam neraka.
 
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ﴿٩٥﴾
(95) Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
 
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٩٦﴾
(96) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

Penutup

Surat Al Waqi'ah menerangkan tentang keadaan hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Kemudian diterangkan penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.


HUBUNGAN SURAT AL WAAQI'AH DENGAN SURAT AL HADIID


1. Surat Al Waaqi'ah diakhiri dengan perintah bertasbih dengan menyebut nama Tuhan, Maha Pencipta lagi Maha Pemelihara, sedang pada permulaan surat Al Hadiid disebutkan bahwa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah.
2. Dalam surat Al Waaqi'ah disebut orang-orang yang bersegera (As- Saabiquun), sedang pada surat Al Hadiid diterangkan kemana orang- orang itu harus bersegera.
3. Sama-sama menerangkan kekuasaan Allah.
Facebook Twitter Google+
Back To Top